Sektor Properti Sambut Lega Program SBY

JAKARTA, KOMPAS.com – Sektor binis properti termasuk pengembang perumahan menyambut lega program perumahan yang dikemukakan capres Susilo Bambang Yudhoyono dalam kampanye terakhir pada Sabtu lalu (4/7).

“Kampanye SBY menunjukkan program Rusunami dan perumahan akan terus dilanjutkan pada periode 2009-2014,” kata pengamat properti, Panangian Simanungkalit di Jakarta saat diminta tanggapannya mengenai kampanye SBY.

Panangian mengungkapkan, berarti sudah ada dua kandidat Presiden yang memasukkan program perumahan yakni SBY dan Jusuf Kalla, sementara Megawati nampaknya tidak tertarik untuk menggarap rumah bagi masyarakat berpendapatan rendah.

Panangian mengatakan, peran sektor perumahan sangat besar terutama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi selama periode pemerintahan yang ditargetkan dapat mencapai 7-8 persen.

Panangian melihat, industri perumahan akan kembali bangkit pada periode Oktober 2009, apalagi ini didukung inflasi rendah berkisar 4 persen serta BI Rate menjadi 6 persen dari posisi 6,75 persen saat ini.

Harapannya tingkat bunga KPR akan turun menjadi satu digit 9,5 sampai 10 persen dari posisi saat ini 12,5 persen sehingga akan menggairahkan sektor perumahan dan industri pendukungnya.

Dimasukkannya program perumahan di posisi sembilan dari lima belas program yang dicanangkan pasti akan diwujudkan dengan mempertahankan Kementerian Negara Perumahan Rakyat. Tetapi akan lebih baik lagi bila ditingkatkan menjadi Departemen.

Panangian yakin, apabila SBY kembali dipercaya menjadi Presiden maka industri perumahan akan kembali bergairah, bahkan apabila dibutuhkan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) juga diarahkan untuk program rumah swadaya.

“Bentuknya mungkin dapat bedah rumah dari rumah yang sudah hampir roboh menjadi permanen dengan cukup dengan dana murah Rp2 juta per unit rumah yang disalurkan dengan melibatkan perguruan tinggi,” ujarnya.

Panangian melihat target yang realistis untuk SBY untuk Rusunami bisa 1.000 menara dalam waktu lima tahun ke depan untuk penghasilan di bawah Rp4,5 juta serta 500.000 Rumah Sederhana.

Dia juga minta agar anggaran perumahan dialokasikan satu persen dari APBN yang tersedia sehingga kalau saat ini sekitar Rp1200 triliun, untuk perumahan sekitar Rp12 triliun.

“Dari Rp12 triliun itu, sebanyak Rp2 triliun untuk program subsidi KPR/ KPA, sementara sisanya Rp10 triliun untuk program rumah miskin dalam bentuk bedah rumah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI), Teguh Satria mengatakan, program perumahan dan Rusunami bagi masyarakat yang diajukan Presiden SBY sangat bagus dan tepat.

“Kami siap untuk mendukung program Presiden SBY di bidang perumahan,” kata Teguh.

Dia juga menyampaikan catatan, dukungan juga harus diberikan semua pemda (Kabupaten, Kota dan Provinsi) yang diwujudkan dengan target masing-masing disertai rencana aksi.

Rencana aksi mulai dari tata ruang, infrastruktur, regulasi,pertanahan dan sebagainya. Kami pengembang pasti akan mendukungnya. Jadi Presiden terpilih harus bisa menginstruksikan programnya ke semua Pemda, ujarnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s